Jumat, 27 Maret 2020

Tugas 4

Black diary


 "hoamh" aku terbangun. "kak bangun!! udah jam satengah enam" teriak bunda yang super cerewet "iya bun!! kakak lagi mandi" jawabku. padahal masih asik dengan bantal, guling, dan selimut. setelah mandi aku bergegas ke bawah, terlihat kedua adikku sedang bertengkar mereka adalah raya dan dian. sedangkan bunda sibuk mengomel sambil memasak di dapur berbeda dengan ayah yang seakan menulikan pendengarannya ia malah sibuk dengan koran ditambah secangkir kopi. suasana seperti itu sering terjadi setiap pagi.

setelah melewati banyak drama akhirnya aku bisa pergi kesekolah. oh iya perkenalkan nama saya almeera tsalbila sering di panggil meera atau bila, penggemar bollywood, terutama salman khan dan katrina kaif. meera bukan hanya menggemari para artis nya saja ia juga penggemar berat film nya terutama yang berjendre action seperti ek tha tiger, baaghi, bang bang, ghajini dan masih banyak lagi . lucu memang di tengah banyaknya remaja menggemari artis artis luar negeri atau korea tapi meera memilih artis india. 
***
tringg suara bel tanda istirahat terdengar, semua orang berhamburan keluar menuju kantin, namun tidak sedikit juga yang memilih ke perpus. di tengah tengah keramaian suasana kantin, meera sibuk menceritakan kejadian tadi saat ia izin ke wc. " ran, san tau enggak?? tadi aku menemukan buku hitam lusuh seperti buku diary, ihh serem seperti penuh misteri gitu.." jelasnya panjang lebar kepada rani dan sandi sahabatnya. hening, setalah meera menjelaskan kejadiannya. namun ditengah keheningannya tiba tiba rani menggebrak meja membuat semua mata melihat kearah meja mereka." lo serius?? pernah gak denger mitos tentang buku diary siswi yang kata orang buku itu...."

"buku itu katanya punya seorang siswi yang meninggal bunuh diri dari lantai 2 akibat putus cinta, dan katanya barang siapa yang berani bawa buku itu bearti hidup nya nggak akan tenang karena teror teror yang misterius"jelasnya tak kalah heboh. awalnya meera percaya gak percaya, memang ia seorang penakut tapi ia nggak terlalu bodoh mempercayai mitos seperti itu. akhirnya ia pulang dengan hati yang tak tenang. tepat jam setengah dua belas meera terbangun, ketika turun kebawah untuk mengambil air meera di kagetkan dengan suara benda jatuh dari arah ruang tamu, karena penasaran meera mengecek ruang tamu dan ia menemukan secarik kertas lucuh yang terdapat catatan bewarna merah dengan tulisan " kembalikan buku ku" hanya kata itu yang tertulis di sana juga terdapat poto seorang siswi dengan tatapan kosong rambut panjang sambil membawa sebuah boneka beruang yang berlumuran darah.

tekad nya susah bulat untuk membuka buku tersebut, tidak ada hal yang aneh hanya catatan harian biasa namun di halaman terakhir terdapat kata kata yang menyiratkan kesedihan yang teramat akibat sebuah penghianatan. meera menemukan sesuatu tang mengganjal ia menemukan sebuah poto tempat yang terdapat tulisan" temukan aku" di belakang poto tetsebut.

keesokan harinya meera menunjukan poto tersebut pada rani dan sandy, ternyata tempat tersebut berada di belakang sekolah. mereka terus mencari petunjuk di dalam buku tersebut. mereka sudah melewati 4 petunjuk dan terakhir mereka di suruh ke suatu tempat yang sepi namun disana tidak terdapat apa-apa selain kegelapan. meera begitu kesal, meera terus merutuki diri, dia merasa bodoh karena telah mempercayai mitos tersebut. setelah lelah mencari keberadaan kedua temannya yang memang berpisah meera taknkunjung juga menemukan kedua sahabatnya. dengan malas meera terus menca hingga ia tidak sadar sedang berada di depan rumah kosong yang menyimpan banyak sekali cerita misterius. angin menghembus cukup kuat meera tidak bisa menemukan apapun namun mata nya menyipit setelah menemukan sesosok perempuan tengah berdiri sendiri. meera mendekat hingga tetdengar suara..

Tatapannya kurang lebih seperti ini.
Anggap baju seragam dan rambutnya panjang
mata meera menyipit ketika menemukan seorang perempuan berdiri sendirian di depan rumah kosong, dari kejauhan terlihat perempuan itu menatap meera dengan tatapan dingin dan lurus seperti ridak ada kehidupan di matanya, dengan masih memakai baju sekolah yang lusuh rambut sepinggang yang dibiarkan tergerai. meera terus mendekat namun tiba-tiba terdengar suara benda jatuh,  reflek meera menengok kebelakang tapi nihil tidak ada apa apa, ketika meera menengok ke perempuan itu lagi tiba tiba oerempuan tersebut menghilang. ia baru sadar ternyata tempat tersebut dekat dengan rumah kosong, seketika tubuh meera berkeringat dingin buku kuduk nya terangkat dengan segera ia langsung kembali ke tempat semula. lalu  samar samar ia mendengar suara.

" happy birthday meera, happy birthday meera, happy birthday, happy birthday, happy birthday meera" meera dikagetkan dengan nyayian itu dan ternyata dinyanyikan oleh para sahanya, disana juga terdapat kedua orang tua beserta kedua adiknya. ternyata meera baru sadar ternyata hari ini tanggal 21 januari hari ultah nya. meera meniup lilin lalu memeluk kedua orang tuanya lalu berterima kasih kepada seluruh teman teman nya. dengan nada jahil sandy bertanya"gimana kejutannya" sambil memainkan alisnya. "yaa,, gimana ya??semalam aku benar benar ketakutan apalagi tadi aku sampe keringet dingin. ohh iya perempuan yang tadi mana??yang rambutnya panjang,, mana niat lagi masih pake baju seragam" ungkap meera. semua orang diam, mereka tampak kebingungan"tunggu deh kalian dapat diary itu dari mana??" tanya meera kembali" dari depan rumah kosong itu, emm sebenernya mitos itu benar dan rumah kosong itu di kabarkan rumah siswi yang bunuh diri di sekolah"jawab rani dengan agak lirih"bentar jadi diary itu benar, semua poto poto nya juga,lalu perempuan tadi siapa??" 
"hah poto??perempuan?? apa maksudnya ra kami hanya mem-fotocopy diary itu sama persis dengan aslinya gak ada potobdan nggak ada perempuan make bajunseragam ra dan emmm kata orang barang siapa yang menemukan diary itu maka hantu itu akan mengikutinya selama 1 bulan. hehe maaf ya please..." ucap rani sambil mengangkat kedua jari membentuk angka "V" meera syok mendengar penjelasan rani" jadi poto dan perempuan itu asse assliii" gumam meera dengan wajah ketakuatan. tiba tiba lampu mati dan terlihat sekelebat bayangan putih milintas. semua orang yang berada disana saling pandang lalu semua orang menjerit sekencang kencangnya sambil berlari."aaakhhhhh"



1 komentar: